Senin, 09 Desember 2013

Tentara Robot di Amerika

Amerika Mulai Rintis Proyek ‘Robot Tentara’

Ahad 12 Zulhijjah 1433 / 28 October 2012 23:20
robot 300x168 Amerika Mulai Rintis Proyek ‘Robot Tentara’   PENTAGON mulai mengerjakan proyek ‘prajurit perang masa depan.’ Mereka dikabarkan tengah memajukan upaya untuk mengembangkan robot tentara untuk bertarung di medan perang perang masa depan.
The DARPA Robotic Challenge (DRC), yang dirintis oleh pusat Lembaga Proyek Pengembangan dan Penelitian Pertahanan (DARPA) di Arlington, Virginia, mulai berfokus pada pengujian kemampuan robot untuk bekerja dalam situasi sulit yang dialami pasukan perang manusia, mulai dari mensimulasikan di kondisi berbahaya, rusak, atau kerasnya medan tempur.
Para pejabat Amerika Serikat dan para perancang robot mengatakan mereka hanya membangun untuk menyediakan layanan darurat selama bencana dalam peperangan.
DRC memiliki empat divisi, dengan tim yang berpartisipasi di trek B dan C yang bertugas untuk melakukan modifikasi dari robot, yang akan digunakan dalam tantangan peperangan pada tahun 2013 dan 2014.
Salah satu robot, yang disebut Pet-Proto, pendahulu dari Atlas robot ciptaan DARPA, bisa bermanuver di sekitar rintangan, dengan menggunakan beberapa kemampuan, termasuk otonom pengambilan keputusan, mobilitas dan ketangkasan.

Iron Man in Reality

Seragam Tentara Amerika di Masa Depan Mirip Iron Man

Tampaknya kostum yang dipakai dalam Iron Man bukan sekadar khalayan. Baju anti peluru berteknologi tinggi ini mengilhami angkatan bersenjata Amerika Serikat menjadikannya nyata. Inilah nama seragam tentara amerika serikat TALOS: The Tactical Assault Light Operator Suit.

TALOS adalah baju tempur baja yang sangat inovatif. Di dalamnya terdapat teknologi pemantauan daya, kesehatan, dan sistem senjata canggih. Senada dengan janji Letnal Kolonel Karl Borjes, Penasihat Peneliti di Pusat Penelitian, Pengembangan, dan Rekayasa US Army, "TALOS juga memiliki sistem komunikasi, sensor, radar, dan lainnya. Semua teknologi terdepan ada di baju tempur baja ini."

Gareth McKinley, Profesor di Massachusetts Institute of Technology, membenarkan bahwa dirinya dan beberapa ilmuwan lain di MIT sedang membuat baju tempur yang ada di cerita-cerita fiksi di film-film Hollywood.

"Ya, bentuknya akan mirip dengan baju Iron Man," kata McKinley. Bahkan, mengingat bahan baku utama dari logam yang rentan terhadap magnet dan listrik, Sersan Mayor Chris Faris mengungkap, "Para ilmuwan di Massachusetts Institute of Technology, AS, terlibat dalam desain baju tempur ini. Tim ilmuwan juga sedang mengembangkan pelindung tubuh cair yang akan melindungi tubuh pengguna dari efek medan magnet dan arus listrik."
Tentunya rencana para peneliti militer tersebut mendapat sambutan positif dari para tentara AS. Mereka berharap TALOS cepat terwujud. Dan tampaknya proyek ini tidak main-main. Pengerjaan baju TALOS dijadwalkan rampung dalam waktu satu tahun, dan penggunaannya bisa dimulai pada tahun 2016.

Kemajuan teknologi menyongsong masa depan memang harus dipersiapkan. Keamanan serta keselamatan prajurit sebagai manusia adalah prioritas. Walau pada akhirnya mungkin menguras dana negara untuk kepentingan militer.

Selasa, 26 November 2013

Tugas ane

SEJARAH JARINGAN KOMPUTER
    Konsep jaringan komputer lahir pada tahun 1940-an di Amerika dari sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Harvard University yang dipimpin profesor H. Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan dengan kaidah antrian.
    Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal (lihat Gambar 1) Untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), maka untuk pertama kali bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.
Gambar 1 Jaringan komputer model TSS
    Memasuki tahun 1970-an, setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Seperti pada Gambar 2, dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dala proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.
Gambar 2 Jaringan komputer model distributed processing
    Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringannya sudah mulai beragam dari mulai menangani proses bersama maupun komunikasi antar komputer (Peer to Peer System) saja tanpa melalui komputer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAN. Demikian pula ketika Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan dan terbentuklah jaringan raksasa WAN.


 JENIS JARINGAN KOMPUTER
Secara umum jaringan komputer dibagi atas lima jenis, yaitu;
1. Local Area Network (LAN)
Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (misalnya printer) dan saling bertukar informasi.

2. Metropolitan Area Network (MAN)
Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.

3. Wide Area Network (WAN)
Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai.

4. Internet
Sebenarnya terdapat banyak jaringan didunia ini, seringkali menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda. Orang yang terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain yang terhubung ke jaringan lainnya. Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan yang seringkali tidak kampatibel dan berbeda. Biasanya untuk melakukan hal ini diperlukan sebuah mesin yang disebut gateway guna melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan yang diperlukan, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan internet.

5. Jaringan Tanpa Kabel
Jaringan tanpa kabel merupakan suatu solusi terhadap komunikasi yang tidak bisa dilakukan dengan jaringan yang menggunakan kabel. Misalnya orang yang ingin mendapat informasi atau melakukan komunikasi walaupun sedang berada diatas mobil atau pesawat terbang, maka mutlak jaringan tanpa kabel diperlukan karena koneksi kabel tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat. Saat ini jaringan tanpa kabel sudah marak digunakan dengan memanfaatkan jasa satelit dan mampu memberikan kecepatan akses yang lebih cepat dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan kabel.