Amerika Mulai Rintis Proyek ‘Robot Tentara’
Ahad 12 Zulhijjah 1433 / 28 October 2012 23:20The DARPA Robotic Challenge (DRC), yang dirintis oleh pusat Lembaga Proyek Pengembangan dan Penelitian Pertahanan (DARPA) di Arlington, Virginia, mulai berfokus pada pengujian kemampuan robot untuk bekerja dalam situasi sulit yang dialami pasukan perang manusia, mulai dari mensimulasikan di kondisi berbahaya, rusak, atau kerasnya medan tempur.
Para pejabat Amerika Serikat dan para perancang robot mengatakan mereka hanya membangun untuk menyediakan layanan darurat selama bencana dalam peperangan.
DRC memiliki empat divisi, dengan tim yang berpartisipasi di trek B dan C yang bertugas untuk melakukan modifikasi dari robot, yang akan digunakan dalam tantangan peperangan pada tahun 2013 dan 2014.
Salah satu robot, yang disebut Pet-Proto, pendahulu dari Atlas robot ciptaan DARPA, bisa bermanuver di sekitar rintangan, dengan menggunakan beberapa kemampuan, termasuk otonom pengambilan keputusan, mobilitas dan ketangkasan.

